Dieng dan Serayu

Let’s Raft Your Soul

malam itu cuaca cerah di jakarta…
22 Januari… sejak pukul 20.00 para peserta Trip Dieng Plateau dan Rafting Serayu yang digelar oleh LareAngon Indonesia mulai berdatangan. parkir timur senayan emang luas… titk kumpul yang di pathok di dekat gerbang 5, bersebalahan dengan lapangan golf dan di belakang pos satpam itu terasa susah di jangkau peserta. Maklum ada banyak titik yang bisa di tempuh untuk menuju ke titik kumpul kita
ada sih yang mash di jalan satu orang peserta.. info terakhir malam itu HP dia nyelip entah kemana di kantor, pas ketemu udah lewat pukul 10 malam.,, maka paniklah dia ngebut cari taksi menuju senayan yang “ternyata” juga belum di akrabi sehingga bingung pun melanda.. :) syukurlah panduan Mbak Ibeth dan Mas Yudi berhasil mengarahkan sang driver taksi ke pintu gerbang. Dan… bus pun berangkat pukul 23.40 malam itu dengan hantaran doa dan cuaca cerah di Jakarta.

Sabtu, 23 Januari ..
diinginnya AC bus dengan kapasitas 44 seat yang tak penuh itu memaksa para peserta tuk mengajak mampir di SPBU yang di lewati. dan waktu subuh pun masuk, tepat saat bus berhenti di masjid sekitar cirebon. Sholat, meringankan badan sambil narik badan yang tertekuk selama perjalanan sambil memulai ritual foto memfoto mewarnai aktifitas di pagi itu. Bus berangkat kembali, kali ini keluar jalur PANTURA dan memasuki arah selatan di  prupuk.
Mentari pagi menguak cakrawala sisi kiri bus kami..
mulai dari awan yang merona jingga hingga munculnya sang “bola” kuning menyapu kabut jalanan dan pekatnya udara pagi di tengah sawah. Bus melaju pelan di jalanan yang masih sepi.. Sisi kanan jalan terdapat selokan mengalirkan air coklatnya dengan lembut. Para pemegang kamera pun beraksi. sampai maju ke kursi depan, nongkrong di bangku cadangan dekat supir untuk capture moment berharga saat itu, sementara peserta lainnya tertidur..kecapekan.. .. luar biasa.. :)
Bus melaju memasuki parkiran sebuah restoran di kawasan Prupuk, Bumiayu. Resto 24 jam yang melayani para traveller seperti kami yang membutuhkan tempat istirahat dan membersihkan badan. Acara kali ini diisi dengan mandi pagi, sarapan, ngobrol bebas saling berkenaln dan juga ber foto ria.. apalagi Kang  Yudi Blasco dedengkotnya “Wisata Gaya” udah ngeluarin kameran andalannya, langsung di tempel ketat para “wanita sadar kamera” kemana pun dia mengarahkan 4 kamera DSLR nya.. hehehe..  HArusnya di titik ini kita cuma waktu 45 menit menit.. tapi kesenangan gak bisa dibendung dan suasana hati teman teman mengalahkan pembatasan waktu sehingga kita baru bergerak kembali pukul 08.00 pagi itu… point berikutnya adalah Banjar Negara. SMS masuk dari tim jogja… mereka telah bergerak menuju ke meeting point kita pukul 07.00 WIB dengan 4 mobil untuk mengangkut 12 peserta dari jogja, 13 panitia dan barang barang kita butuhkan..

4 hari sebelum keberangkatan..
musibah melanda kawasan Wonosobo utara.. tepat di jalur wisata Wonosobo – Dieng Plateau ditutup lantaran tertimpa longsor yang bahkan berdampak jatuhnya korban meninggal di dusun ini. LareAngon segera menyusun beberapa skenario. dengan di dukung penuh oleh dinas Pariwisata BanjarNegara dan Dinas Pariwisata Wonosobo kita memutuskan untuk menyiapkan rute alternatif yang memutar melalui jalur  Banjarnegara. “jalurnya di buka tutup oleh polisi kok mas” demikian sms yang masuk sehari sebelum  pemberangkatan memberikan secercah harapan yang mungkin jalur wonosobo – dieng bisa kita lewati sesuai rencana.
Namun kondisi berbicara lain. setelah kontak intensive di Sabtu pagi, pihak dinas pariwisata menyatakan jalur masih di tutup karena beberapa jenasah korban belum ditemukan. dikuatirkan jalan akan longsor lagi jika sering dilewati.. dan keputusan di ambil.. kita lewat jalur banjarnegara menuju dieng.
Pukul 11.10 kami masuk ke basecamp Kampung Kali Resto, di perbatasan Banjarnegara wonosobo. Peserta Jogja telah masuk 30 menit yang lalu di titik ini. peserta jakarta yang menggunakan bus besar harus berganti dengan bus kecil agar bisa akses naek ke dieng. 4 bus kecil melayani 75 orang peserta dan tamu dari jakarta yang berpindah setelah membongkar peralatan mandinya. rencananya setelah dari dieng mau mampir ke pemandian air panas kalianget… tapi cuaca berbicara lain.
Perjalanan dimulai lagi..
11.35 WIB, dengan 4 bus kecil, ELF, Travello dan dikawal Xtrail yang dilengkapi GPS bergerak menuju ke Dieng sembari didampingi Pak Arifin dari Dinas Pariwisata Banjarnegara. info awal sih cuman 1.5 jam perjalanan melalui jalur ini. Singomerto, Karang kobar, Batur dan berakhir di Dieng ternyata membutuhkan waktu hampir 3 jam perjalanan yang melelahkan dan penuh kelokan maut plus tanjakan extreem di depan mata. Berkali kali kondektur bus turun memasang pengaman roda saat bus terhenti di tengah tanjakan ektreem dan memaksa berganti gigi lebih rendah lagi. hujan pun menyambut kami di ketinggian ini. cuaca panas dan cerah tadi berganti wajah saat masuk ke Dusun Karang Kobar di ketinggian 1500 mdpl. Bau kompos dan pupuk dari kotoran hewan menyeruak masuk ke bus kecil yang melaju kencang. Maklum, pencaharian utama masayarakat di kawasan ini adalah berkebun, beternak dan bertani.

dan 14.15 kami pun masuk ke dieng..
Rencana awal jalur yang dikunjungi adalah Dieng Plateau Theater lanjut ke Telaga warna, Kawah Sikidang, Museum Kalaisa dan kawasan Candi. tapi karena cuaca yang mendung, peserta belum makan dan molornya waktu tiba di sini jalur diubah untuk menyesuikan dan mengoptimalkan yang kita dapat dari perjalanan ini. Bus langsung membelok dulu ke museum Kalaisa. Sholat  di Mushola, makan siang dan sedikit menggerakkan badan dilakukan disini. belum sempat permainan di gelar, hujan rintik pun datang.. sehingga peserta kita bagi menjadi 3 kelompok besar untuk mengunjungi musem Kalaisa dipandu oleh Ella, Adi dan Helmi  dari ARUPADATU, Mahasiswa/i Arkeologi UGM yang sengaja di datangkan untuk menjadi intepreter kawasan herritage international ini.

dan pertanyaanmu sahut menyahut diantara diskusi aktif dengan para pemandu. dari pertanyaan yang simple hingga yang rumit seputar situs, prasasti, lingga, yoni, arca, budaya dan pernik pernik kawasan dieng mewarnai diskusi di museum.

Seneng ngliat peserta yang antusias tanpa ninggalin moment berfoto ria di sana… :) kunjungan di akhiri dengan menonton film di  ruang blue (bukan Blue film lho ya.. ) hehehhe.. Film yang menceritakan latarbelakang budaya hinndu, situs dan kearifan lokasl dieng ini berdurasi 8 menit  dan merupakan fasilitas terbaru di kawasan ini selain Dieng Plateau Theater yang sudah beroperasi lebih lama.  Satu persatu peserta masuk museum, nonton film dan sibuk motret. dan tujuan berkutnya berganti ke kawasan Candi Pandawa..

Canda ria yang asyik mewarnai perjalanan singkat ke lembah kecil di bawah museum.
meski hujan mengguyur, hampir semuia a peserta turun ke komplek candi yang dibangun sejak abad 8 – 12 Masehi ini. Meski hujan, dingin dan berkabut peserta tetep aja berfoto sembari mendengarkan “dongeng” dari Tim Arupadatu. Cuaca memang dingin tapi kehangatan persahabatan dan guyonan akrab ini mengalahkan kebekuan itu… :)

disela kesibukan memotret, 3 doorprice berupa tas pinggang dari Eiger Adventure dibagikan sambil mengajukan kuis seputar sejarah Dieng. seru.. heboh rame dan  have fun banget.. dan hanya waktu sajalah yang membatasi aktifitas di sini.
Setelah berhasil “angon” peserta naek lagi ke parkiran, kita bergerak menuju ke Kawah sikidang di temani hujan yang semakin deras. Perjalanan hanya butuh waktu  5 menit. meski hujan, peserta tetap turun dari bus dan mengarah jalan ke mulut kawah aktif yang menyemburkan asap belerang tebal berbau khas di sini. Sambutan hangat pengamen dengan lagu lagu top sekarang menyambut peserta seolah berkata selamat datang di dieng.. :) Waktu memang terbatas, kemampuan kamera untuk mengambil gambar  juga mengecil karena efek hujan yang deras. meski teteeeep ada aja yang berfoto narsis memanfaatkan segala kemungkinan kecil mendapatkan gambar disana.. keereen.. :)
“Jik, mending peserta diajak naek sekarang karena kabut pekat di kawasan belerang bisa memacu gas beracun seperti kasus di kawah ratu”. Bisik Kang Ori, sang senior mengingatkanku tuk tak berlama lama membiarkan peserta didekat kawah. Pertimbangan bahaya gas beracun di saat hujan semakin deras dan kabut yang turun pekat di kawasan ini memang benar, dan langsung ku ambil megaphone memanggil peserta dari kejauhan. Thx to kang Ori yang memang  sengaja kami hadirkan untuk memberikan masukan teknis dilapangan dengan segala sumber daya yang ada di Beliau.. :)
Dan kami pun bergerak kembali ke Telaga Warna.

Hari telah gelap, menjelang magrib kami masuk ke gerbang wisata yang dibuka khusus untuk menunggu rombongan kita. meski gelap, tapi tetep aja moment ini tak dilewatkan peserta untuk ambil gambar di beberapa angle berlatar belakang telaga warna.
Hujan mengguyur, kabut tipis menggantung apik di atas telaga yang menghijau karena efek belerang di bawahnya. dan hari telah gelap… kita musti berpindah kembali.

Di warung makan dan oleh oleh yang penuh oleh peserta, kami menyampaikan informasi dan menawarkan beberapa solusi. perjalanan masih jauh untuk mencapai tujuan trip kita malam ini ke pemandian air panas kalianget. butuh waktu antara 3 – 3.5 jam lagi menuju kesana, sementara sekarang waktu telah menunjukkan pukul 18.45. it’s mean.. sekitar jam 9 malam kita baru mandi .. mengingat efiesiensi, capek, dan kondisi fisik yang kelelahan, kita mengusulkan untuk mengubah  rute langsung ke basecamp dimana makan malam, tempat mandi meski terbatas dan tenda yang hangat telah menunggu. Tanpa komplain yang berarti, semua berteriak setujuuuuuu…. :) ..
alhamdulillah.. semua kompak juga ternyata.. ;)
Setelah koordinasi dengan para driver, kami pun bergerak kembali menuju ke camping ground. Pukul 21.15 an.. Rombongan masuk ke komplek Kampung Kali Resto “Jujugan Serayu” yang ada di perbatasan Wonosobo – Banjarnegara. Sebuah resto unik dengan sajian menu khas ikan air tawar ini dikelola oleh Pak Edi Santoso yang ramah dan sabar.. :) pertemuan pertama kami saat team jejak petualang mengadakan syuting episode “Jeram Maut Serayu” 2 tahun yang lalu dan menggunakan fasilitas yang sama di sini.
Tenda doom telah didirikan oleh tim logistik panitia, sebut saja tejo, otong, berlin, deny, popoy yang sengaja diberi tugas untuk menjamin kenyamanan para peserta di basecamp ini. peserta dibebaskan memilih tenda yang disuka dan teman se tenda yang diinginkan. Kenyamanan peserta adalah prioritas utama LareAngon, termasuk menentukan sendiri siapa yang akan tidur bersama dalam satu tenda malam ini.. :) Ritual kamar mandi mewarnai aktifitas malam itu. bagi yang udah kelaparan, tim konsumsi yang digawangi ela dan ivon telah menyiapkan makan malam dengan menu Nila lombok Ijo, dan minuman hangat. serbuuuu… nikmat sekali makan malam ini setelah seharian berbasah dan ber kegiatan hingga capek di seluruh badan. :)

Pukul 22.30, pendopo bersuara..
Memang akan ada diskusi interktif malam ini..
Rencana awal, salah satu ex Host Petualang Liar Ulung Putri berkenan hadir di kegiatan ini untuk berbagi cerita bersama teman teman. Komunikasi terakhir di H -2 hari, Ulung ternyata mash belum bisa meninggalkan Jakarta karena terikat kontrak dadakan dengan salah satu PH untuk menyelesaikan proyeknya. Jadi last minute, acara ketemu salah satu host petualang ini dibatalkan…
Dan meski sudah kemalaman, tapi kegiatan akan tetap dilaksanakan.
pemutaran dokumentasi tayangan Program Jejak Petualang episode “Jeram Maut Serayu” memancing kehadiran peserta di pendopo. episode ini dibuat awal tahun 2008 lalu (kalau tak salah). saat itu ku masih terikat kontrak dengan  Trans7 untuk mendampingi tim JP dalam bidang Snake dan Animal handler selama trip. Tontonan ini cukup seru.. memberikan gambaran real jeram jeram diserayu yang akan kita tempuh keesokan harinya. Setelah film selesai, dilanjutkan dengan penjelasan teknis tentang arung jeram oleh Kang Tegal yang punya nama asli “Wawan Himawan” ini. Pemandu sungai berpengalaman ini menuturkan segala hal teknis terkait dengan olah raga Rafting. mulai dari perkenalan alat, cara mendayung, istilah istilah arus, hingga teknik rescue dan skenario perjalanan besok yang menurunkan banyak boat di jalur sepanjang 16 Km.

Pertanyaan pun bermunculan..
seru, unik, lucu tak lepas dari canda dan tawa menambah wawasan peserta trip kali ini. tak hanya bersenang senang, kami berharap ilmu praktis dan pengetahuan yang dalam tentang Arung jeram malam itu bisa memberikan bekal untuk semua peserta saat mengikuti kegiatan pengarungan di tempat dan waktu yang lain. Antusias peserta menggiring diskusi tak sadar hingga tengah malam.. dan setelah di lepasa beberapa doorprice dari CARTENZ dan EIGER, diskusi topik ini di tutup.
Diskusi kedua di sampaikan oleh Kang Ori, sang Elang Paripuarna yang tokoh senior para pendaki di Indonesia. Beliau menyampaikan tentang Manajemen Perjalanan. betapa banyaknya penambahan jumlah penikmat kegiatan alam bebas dalam 2 tahun terakhir ini tak lepas diamati oleh Kang Ori. sangat  luar biasa, menyenangkan dan berdampak positif bagi pelestarian alam namun juga mengkuatirkan. Karena tak semua pegiat alam bebas ini pernah tau bagaimana mempersiapkan sebuah perjalanan dengan benar, mulai dari pemilihan pakaian, alat hingga meninggalkan jejak dan informasi kepada teman temannya. meski tanpa ada sesi diskusi, namun malam itu para peserta diharapkan semakin sadar akan pentingnya mempersiapkan semuanya sebelum berkegiatan di alam terbuka. waktu diskusi dibuka kapan pun dengan Kang Ori yang senang berbagi ilmu dan pengalamannya menyusuriu hampir semua gunung di Indonesia ini. Thx to Kang Ori dan Kang Wawan.. :)
01.00 WIB, 24 Januari 2010
kegiatan ditutup. peserta istirahat dengan nyenyak di tenda ..
cuaca mendung tak berbintang tapi juga baik hati tidak menumpahkan hujannya nyaris hingga kegiatan ini remsi ditutup di siang hari. Panitia masih briefing terakhir hingga pukul 02.00 WIB

05.00 WIB..
rutinitas Shubuh dan bersih diri dipagi hari. Tim konsumsi buru buru menyiapkan sarapan untuk semua peserta dan panitia agar dapat segera di nikmati para rafter pagi itu. tempe lombok ijo dan ayam goreng jadi menu yang langusng habis di santap para peserta yang ingin menyimpan tenaga sebelum pengarungan.
Perahu perahu mulai turun ke pinggir sungai daritruk pengangkutnya.
20 rubber boat dan 120 set dayung, life jacket serta helm mewarnai sudut camping ground agar bisa dikenakan peserta. Sleyer warna kuning pun dibagi untuk souvenir yang menjadi ciri khas semua kegiatan LareAngon Indonesia.

Briefing keberangkatan dan penjelasn teknis perjalanan oleh Kang “Tegal”  dimulai pukul 07.15 WIB. briefing, satu kegiatan spontanitas muncul dari Peserta. Dwi Arie, sesuai permintaannya minta diberi waktu untuk menyampaikan sesuatu kepada peserta. Megaphone pun ku berikan, dan berceritalah dia.. ini adalah peringatan ulang tahun pernikahannya yang ke 4 dengan Christina Susanti, sang istri tercinta yang juga ikut sebagai peserta. sepasang suami istri ini maju ke depan dan dengan lugasnya sang suami menyampaikan rasa sayang dan ucapan ulang tahun kepada istri. Seuntai kalung dan sekecup cium untuk sang istri diberikan didepan semua peserta yang bertepuk tangan dan berteriak so sweeet… :)
” mana suamiku, catat tuh.. ” teriak salah satu peserta lain yang juga ikut trip ini sekeluarga dengan si kecilnya.. :) . Alhamdulillah.. nambah satu lagi moment romantis yang mewarnai kegiatan kemarin.. semoga menambah kesan mendalam buat kita semua.. amin.

dan Briefing dimulai.. Kang tegal denagn padat, jelas, singkat menyampaikan teknis pengarungan kembali. pemanasan dan peregangan dilanjutkan untuk membantu peserta agak tak ada yang cidera saat memasuki kawasan sungai serayu. Arus pagi itu normal. cuaca cerah, panas dan tak berawan. saat yang luar biasa tepat untuk melakukan rafting.
Sedikit berita buruk, tim Jejak Petualang yang rencana awalnya akan ikut mengarungi sungai serayu di hari ini bersama rombongan kita ternyata mengalihkan rute pengambilan episode mereka ke daerah Jawa Timur. Sehingga setelah di hitung waktu, mereka membatalkan keikutsertaannya di event ini.. yah.. memang kalau kejar tayang harus berkompromi dengan waktu. semoga next event bisa bergabung lagi.

Pukul 08.00 tepat, semua peserta memasuki perahu yang ditambatkan di pinggir sungai. langsung di bawah camping ground yang memang berada di tepi sungai serayu nan elok. satu perahu berisi 5 – 6 peserta, dibebaskan memilih timnya agar perjalanan lebih nyaman dan menyenangkan. setiap perahu terdapat 1 pemandu sungai (skipper) yang berpengalaman mengarungi sungai ini puluhan bahkan mungkin ratusan kali karena telah menjadi salah satu mata pencaharian mereka. Untuk mengelola rafting ini, LareAngon Indonesia berkolaborasi dengan KALINGkalih Adventure dari Magelng yang menurunkan 18 perahu berisi peserta ditambah 2 perahu rescue dari Serayu Rafting dan Kaling Kalih Adventure. Panitia yang hampir semua adalah para petualang dan mantan peserta Jambore Petualang Indonesia ini pun bercampur dengan peserta di perahu yang beragam. dan satu persatu peserta berangkat disambut  Jeram “Selamat Datang”  :)

Tim Dokumentasi segera berlari menuju ke titik pengambilan gambar yang telah di survey sebelumnya. Dika naek ojek sendiri, Jambul juga naek ojek berbekal sebuah HT untuk memantau pergerakan peserta. Ku membawa mobil juga mencari moment bersama reyna dan papanya yang ditinggal mamanya rafting Pagi itu :) .
Mas Yudi juga ikut mobil peserta yang kebetulan datang memantau serta Kang Nick hanno sang fotografer yang naek ojek juga mencari lokasi yang tepat untuk mengambil adegan seru pengarungan ini. Tak kurang ada 6 kamera DSLR turun mengambil gambar yang tak kunjung habis dan heboh karena aksi para
Peserta dan tim skippernya… kereeen.. :D

Selain menikmati hantaman air yang coklat dan ombak yang menggulung, tak henti hentinya para peserta “gojekan” bercanda dengan para skippernya. pertanyaan2 kritis dan bahkan bikin bingung para pemandu sungai ini dilancarkan tanpa henti oleh peserta menambah akrab suasana di tengah sungai serayu yang indah itu. “mas gak bosen kan kita tanya tanya terus” kata seorang peserta



Satu jam perjalanan, rest area tertempuh.
satu hamparan bebatuan dan tanah tak luas penuh olah 20 boat yang “parkir” dan sekitar 115 orang peserta plus 25 pemandu sungai menikmati hangatnya wedang jahe, teh manis dan tempe mendoan serta pisang goreng serta indahnya sebuah persahabatan yang mulus terjalin. basahnya badan dan serunya cerita pengarungan mewarnai aksi potret memotret di rest area ini.

Setelah mengambil gambar dengan spanduk kegiatan dan Sponsor, pelepasn benih ikan pun di lakukan. Ikan Nila, Mujair, Ikan Mas dengan jumlah  lebih dari 1000 ekor ini dilepas peserta dengan sangat antusias. Ada yang memegang di tangan, ada yang dengan gelas aqua, dimasukkan dalam kain dan ada juga yang menggunakan perahu menuju ke tengah sungai melepaskan semua ikan yang disiapkan. Permintaan foto satu persatu saat pelepasan pun mewarnai kehebohn kita siang itu…

Walah.. untung yang pegang kamera banyak..  tapi seneng kok.. melihat wajah wajah gembira dan happy banget dai peserta yang melepas ikan ikannya ke tengah sungai yang bergolak damai.

Semoga ikan ini dapat membesar dan ber anak pinak untuk memenuhi sungai dan dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar dengan ramah dan arif. amin.. :)



setelah 45 menit beristirahat, peserta pun naek perahu kembali..
pengarungan di mulai lagi dengan jeram yang tak kalah serunya dibanding yang telah di lewati. para fotografer pun berlari larian menerobos semak pohon, perkebunan salak dan menaikin jembatan untuk mengejar moment jangan sampai keduluan peserta…

Satu persatu boat keliahatan dari kejauhan memasuki jeram yang lebar dan sungai yang tenang di itik mendekati garis finish. di sini, para skipper mengajak untuk bermain main. ada yang memionta peserta berdiri diatas perahu, berpegangan dan memutar mutar nya seperti rodeo, ada yang membalik perahu ke samping, menggoyang goyang perahu, membalik perahu ke belakang.. bener bener sessi water games yang sangat menarik di suguhkan untuk memuaskan peserta. teriakan heboh kesenangan dan aksi gaya saat  melihat ada kamera di kanan kiri dan bahkan diatas sedang membidik ke arah mereka mewarnai kawasan ini. Seru… stau moment yang mungkin akan sulit sekali di ulang lagi di event event mendatang..  thx to para skipper dan KALINGKalih adventure yang telah “memainkan” peserta siang kemarin.. hehehe…

Titik finish tampak di sudut kanan..
menjelang terakhir, jeram kecil melepas kepergian teman teman peserta seolah berkata ” datang lagi  ya besok”… :) teriakan peserta mulai terdengar.,.. “waaaah,, kok udah selesai..” “kurang kurang..” “mau lagi.. ” dan bahkan ada yang nyesel.. “tau gitu ku gak dayung aja deh tadi.. kan jadi lama rafting nya.. ” hehehe.. iya.. saking enjoynya .. saking nikmatnya dengan suguhan indahnya jeram sungai serayu tak sadar titik finish udah dicapai. waktu tempuh yang  seharusnya 3 jam hanya di tempuh peserta dengan waktu 2 jam saja.. semua senang, bahagia karena jeram serayu yang luar biasa.. “some day.. ku pasti kan  kembali lagi..” kata mereka.. :D

naek ke atas, telah disiapkan minum anget dan menunggu 6 mobil angkutan kecil menuju kembali ke titik start. sebelum naek mobil “FOTO KELUARGA” digelar. tanpa sadar menyita separo jalan akses penting di tepi sungai. Ku langsung naek atap mobil yang  parkir tak jauh drai peserta kumpul. ambil gambar dari atas ke wajah wajah dengan ekpresi bahagia siang itu.. rasa haru dan seneng bisa bikin seneng hati temen temen.. :) .


kembali ke basecamp hanya butuh waktu 15 menit.
mandi, makan siang dan packing kembali di lakukan menjelang siang.
penutupan acara dilakukan di tengah resto dengan sebelumnya di warnai pembagian doorprice oleh pipink dan anggi, putri. doorprice kegiatan ini di support penuh oleh Cartenz Adventure dan EIGER adventure. semoga bisa menambah kesan bagi teman teman peserta semua. Di akhir acara, kita membuat lingkaran keluarga. berucap syukur dan meminta masukan, kritik saran dari peserta dilakukan untuk perbaikan event LareAngon berikutnya…

pukul 14.00 WIb perjalanan ke jakarta dimulai kembali..
tim jogja kembali pulang mengunakan satu kendaraan khusus ke jogja bebarengan dengan perjalanan peserta jakarta menuju arah banjarnegara. Rombongan Jakarta sempat mampir di Sokaraja, Purwokerto untuk belanja oleh oleh, semua memborong stock makanan kecil yang ada disana. Setelah makan malam di kawasan BumiAyu, perjalanan dilanjutkan. Rombongan tiba di seberang BEJ Jakarta pukul 04.00 dini hari..  disinilah kami berpisah untuk tetap berjanji menjaga dan menjalin silaturahim.
Kompak menjalin suasana positif selama kegiatan. Banjarmasin, Bekasi, Tangerang, Malang, Surabaya, Wonosobo, Sangata, Balikpapan,Palangkaraya, Indramayu, Jakarta, Bandung, Bogor. Jogja berkumpul diskegiatan ini tuk mencintai alam raya..ini terselenggara berkat partisipasi para peserta yang luar biasa aktif.

thanks to Lareangon spesial thanks buat Aji Rahmat untuk tulisannya.


Let’s Raft Your Soul

malam itu cuaca cerah di jakarta…
22 Januari… (kayak lagunya Iwan Fals), sejak pukul 20.00 para peserta Trip Dieng Plateau dan Rafting Serayu yang digelar oleh LareAngon Indonesia mulai berdatangan. parkir timur senayan emang luas… titk kumpul yang di pathok di dekat gerbang 5, bersebalahan dengan lapangan golf dan di belakang pos satpam itu terasa susah di jangkau peserta. Maklum ada banyak titik yang bisa di tempuh untuk menuju ke titik kumpul kita .. maka masuklah sms dan telpon bertubi tubi ke HP jadul ku malam itu… :)

23.00 kami pun berkumpul lengkap.
ada sih yang mash di jalan satu orang peserta.. info terakhir malam itu HP dia nyelip entah kemana di kantor, pas ketemu udah lewat pukul 10 malam.,, maka paniklah dia ngebut cari taksi menuju senayan yang “ternyata” juga belum di akrabi sehingga bingung pun melanda.. :) syukurlah panduan Mbak Ibeth dan Mas Yudi berhasil mengarahkan sang driver taksi ke pintu gerbang. Dan… bus pun berangkat pukul 23.40 malam itu dengan hantaran doa dan cuaca cerah di Jakarta.

Sabtu, 23 Januari ..
diinginnya AC bus dengan kapasitas 44 seat yang tak penuh itu memaksa para peserta tuk mengajak mampir di SPBU yang di lewati. dan waktu shubuh pun masuk, tepat saat bus berhenti di masjid sekitar cirebon. Sholat, meringankan badan sambil narik badan yang tertekuk selama perjalanan sambil memulai ritual foto memfoto mewarnai aktifitas di pagi itu. Bus berangkat kembali, kali ini keluar jalur PANTURA dan memasuki arah selatan di  prupuk.

Semburat mentari menguak cakrawala sisi kiri bus kami..
mulai dari awan yang merona jingga hingga munculnya sang “bola” kuning menyapu kabut jalanan dan pekatnya udara pagi di tengah sawah. Bus melaju pelan di jalanan yang masih sepi.. Sisi kanan jalan terdapat selokan mengalirkan air coklatnya dengan lembut. Para pemegang kamera pun beraksi. sampai maju ke kursi depan, nongkrong di bangku cadangan dekat supir untuk capture moment berharga saat itu, sementara peserta lainnya tertidur..kecapekan.. .. luar biasa.. :)

06.35, Sabtu pagi..
Bus melaju memasuki parkiran sebuah restoran di kawasan Prupuk, Bumiayu. Resto 24 jam yang melayani para traveller seperti kami yang membutuhkan tempat istirahat dan membersihkan badan. Acara kali ini diisi dengan mandi pagi, sarapan, ngobrol bebas saling berkenaln dan juga ber foto ria.. apalagi Kang  Yudi Blasco dedengkotnya “Wisata Gaya” udah ngeluarin kameran andalannya, langsung di tempel ketat para “wanita sadar kamera” kemana pun dia mengarahkan 4 kamera DSLR nya.. hehehe..  HArusnya di titik ini kita cuma waktu 45 menit menit.. tapi kesenangan gak bisa dibendung dan suasana hati teman teman mengalahkan pembatasan waktu sehingga kita baru bergerak kembali pukul 08.00 pagi itu… point berikutnya adalah Banjar Negara. SMS masuk dari tim jogja… mereka telah bergerak menuju ke meeting point kita pukul 07.00 WIB dengan 4 mobil untuk mengangkut 12 peserta dari jogja, 13 panitia dan barang barang kita butuhkan..


4 hari sebelum keberangkatan..
musibah melanda kawasan Wonosobo utara.. tepat di jalur wisata Wonosobo – Dieng Plateau ditutup lantaran tertimpa longsor yang bahkan berdampak jatuhnya korban meninggal di dusun ini. LareAngon segera menyusun beberapa skenario. dengan di dukung penuh oleh dinas Pariwisata BanjarNegara dan Dinas Pariwisata Wonosobo kita memutuskan untuk menyiapkan rute alternatif yang memutar melalui jalur  Banjarnegara. “jalurnya di buka tutup oleh polisi kok mas” demikian sms yang masuk sehari sebelum  pemberangkatan memberikan secercah harapan yang mungkin jalur wonosobo – dieng bisa kita lewati sesuai rencana.

Namun kondisi berbicara lain. setelah kontak intensive di Sabtu pagi, pihak dinas pariwisata menyatakan jalur masih di tutup karena beberapa jenasah korban belum ditemukan. dikuatirkan jalan akan longsor lagi jika sering dilewati.. dan keputusan di ambil.. kita lewat jalur banjarnegara menuju dieng.


Pukul 11.10 kami masuk ke basecamp Kampung Kali Resto, di perbatasan Banjarnegara wonosobo. Peserta Jogja telah masuk 30 menit yang lalu di titik ini. peserta jakarta yang menggunakan bus besar harus berganti dengan bus kecil agar bisa akses naek ke dieng. 4 bus kecil melayani 75 orang peserta dan tamu dari jakarta yang berpindah setelah membongkar peralatan mandinya. rencananya setelah dari dieng mau mampir ke pemandian air panas kalianget… tapi cuaca berbicara lain.








Perjalanan dimulai lagi..
11.35 WIB, dengan 4 bus kecil, ELF, Travello dan dikawal Xtrail yang dilengkapi GPS bergerak menuju ke Dieng sembari didampingi Pak Arifin dari Dinas Pariwisata Banjarnegara. info awal sih cuman 1.5 jam perjalanan melalui jalur ini. Singomerto, Karang kobar, Batur dan berakhir di Dieng ternyata membutuhkan waktu hampir 3 jam perjalanan yang melelahkan dan penuh kelokan maut plus tanjakan extreem di depan mata. Berkali kali kondektur bus turun memasang pengaman roda saat bus terhenti di tengah tanjakan ektreem dan memaksa berganti gigi lebih rendah lagi. hujan pun menyambut kami di ketinggian ini. cuaca panas dan cerah tadi berganti wajah saat masuk ke Dusun Karang Kobar di ketinggian 1500 mdpl. Bau kompos dan pupuk dari kotoran hewan menyeruak masuk ke bus kecil yang melaju kencang. Maklum, pencaharian utama masayarakat di kawasan ini adalah berkebun, beternak dan bertani.


dan 14.15 kami pun masuk ke dieng..
Rencana awal jalur yang dikunjungi adalah Dieng Plateau Theater lanjut ke Telaga warna, Kawah Sikidang, Museum Kalaisa dan kawasan Candi. tapi karena cuaca yang mendung, peserta belum makan dan molornya waktu tiba di sini jalur diubah untuk menyesuikan dan mengoptimalkan yang kita dapat dari perjalanan ini. Bus langsung membelok dulu ke museum Kalaisa. Sholat  di Mushola, makan siang dan sedikit menggerakkan badan dilakukan disini. belum sempat permainan di gelar, hujan rintik pun datang.. sehingga peserta kita bagi menjadi 3 kelompok besar untuk mengunjungi musem Kalaisa dipandu oleh Ella, Adi dan Helmi  dari ARUPADATU, Mahasiswa/i Arkeologi UGM yang sengaja di datangkan untuk menjadi intepreter kawasan herritage international ini.


dan pertanyaanmu sahut menyahut diantara diskusi aktif dengan para pemandu. dari pertanyaan yang simple hingga yang rumit seputar situs, prasasti, lingga, yoni, arca, budaya dan pernik pernik kawasan dieng mewarnai diskusi di museum.

Seneng ngliat peserta yang antusias tanpa ninggalin moment berfoto ria di sana… :) kunjungan di akhiri dengan menonton film di  ruang blue (bukan Blue film lho ya.. ) hehehhe.. Film yang menceritakan latarbelakang budaya hinndu, situs dan kearifan lokasl dieng ini berdurasi 8 menit  dan merupakan fasilitas terbaru di kawasan ini selain Dieng Plateau Theater yang sudah beroperasi lebih lama.  Satu persatu peserta masuk museum, nonton film dan sibuk motret. dan tujuan berkutnya berganti ke kawasan Candi Pandawa..

Canda ria yang asyik mewarnai perjalanan singkat ke lembah kecil di bawah museum.
meski hujan mengguyur, hampir semuia a peserta turun ke komplek candi yang dibangun sejak abad 8 – 12 Masehi ini. Meski hujan, dingin dan berkabut peserta tetep aja berfoto sembari mendengarkan “dongeng” dari Tim Arupadatu. Cuaca memang dingin tapi kehangatan persahabatan dan guyonan akrab ini mengalahkan kebekuan itu… :)

disela kesibukan memotret, 3 doorprice berupa tas pinggang dari Eiger Adventure dibagikan sambil mengajukan kuis seputar sejarah Dieng. seru.. heboh rame dan  have fun banget.. dan hanya waktu sajalah yang membatasi aktifitas di sini.

Setelah berhasil “angon” peserta naek lagi ke parkiran, kita bergerak menuju ke Kawah sikidang di temani hujan yang semakin deras. Perjalanan hanya butuh waktu  5 menit. meski hujan, peserta tetap turun dari bus dan mengarah jalan ke mulut kawah aktif yang menyemburkan asap belerang tebal berbau khas di sini. Sambutan hangat pengamen dengan lagu lagu top sekarang menyambut peserta seolah berkata selamat datang di dieng.. :) Waktu memang terbatas, kemampuan kamera untuk mengambil gambar  juga mengecil karena efek hujan yang deras. meski teteeeep ada aja yang berfoto narsis memanfaatkan segala kemungkinan kecil mendapatkan gambar disana.. keereen.. :)

“Jik, mending peserta diajak naek sekarang karena kabut pekat di kawasan belerang bisa memacu gas beracun seperti kasus di kawah ratu”. Bisik Kang Ori, sang senior mengingatkanku tuk tak berlama lama membiarkan peserta didekat kawah. Pertimbangan bahaya gas beracun di saat hujan semakin deras dan kabut yang turun pekat di kawasan ini memang benar, dan langsung ku ambil megaphone memanggil peserta dari kejauhan. Thx to kang Ori yang memang  sengaja kami hadirkan untuk memberikan masukan teknis dilapangan dengan segala sumber daya yang ada di Beliau.. :)


Dan kami pun bergerak kembali ke Telaga Warna.

Hari telah gelap, menjelang magrib kami masuk ke gerbang wisata yang dibuka khusus untuk menunggu rombongan kita. meski gelap, tapi tetep aja moment ini tak dilewatkan peserta untuk ambil gambar di beberapa angle berlatar belakang telaga warna.

Hujan mengguyur, kabut tipis menggantung apik di atas telaga yang menghijau karena efek belerang di bawahnya. dan hari telah gelap… kita musti berpindah kembali.

Di warung makan dan oleh oleh yang penuh oleh peserta, kami menyampaikan informasi dan menawarkan beberapa solusi. perjalanan masih jauh untuk mencapai tujuan trip kita malam ini ke pemandian air panas kalianget. butuh waktu antara 3 – 3.5 jam lagi menuju kesana, sementara sekarang waktu telah menunjukkan pukul 18.45. it’s mean.. sekitar jam 9 malam kita baru mandi .. mengingat efiesiensi, capek, dan kondisi fisik yang kelelahan, kita mengusulkan untuk mengubah  rute langsung ke basecamp dimana makan malam, tempat mandi meski terbatas dan tenda yang hangat telah menunggu. Tanpa komplain yang berarti, semua berteriak setujuuuuuu…. :) ..
alhamdulillah.. semua kompak juga ternyata.. ;)

Setelah koordinasi dengan para driver, kami pun bergerak kembali menuju ke camping ground. Pukul 21.15 an.. Rombongan masuk ke komplek Kampung Kali Resto “Jujugan Serayu” yang ada di perbatasan Wonosobo – Banjarnegara. Sebuah resto unik dengan sajian menu khas ikan air tawar ini dikelola oleh Pak Edi Santoso yang ramah dan sabar.. :) pertemuan pertama kami saat team jejak petualang mengadakan syuting episode “Jeram Maut Serayu” 2 tahun yang lalu dan menggunakan fasilitas yang sama di sini.

Tenda doom telah didirikan oleh tim logistik panitia, sebut saja tejo, otong, berlin, deny, popoy yang sengaja diberi tugas untuk menjamin kenyamanan para peserta di basecamp ini. peserta dibebaskan memilih tenda yang disuka dan teman se tenda yang diinginkan. Kenyamanan peserta adalah prioritas utama LareAngon, termasuk menentukan sendiri siapa yang akan tidur bersama dalam satu tenda malam ini.. :) Ritual kamar mandi mewarnai aktifitas malam itu. bagi yang udah kelaparan, tim konsumsi yang digawangi ela dan ivon telah menyiapkan makan malam dengan menu Nila lombok Ijo, dan minuman hangat. serbuuuu… nikmat sekali makan malam ini setelah seharian berbasah dan ber kegiatan hingga capek di seluruh badan. :)

Pukul 22.30, pendopo bersuara..
Memang akan ada diskusi interktif malam ini..
Rencana awal, salah satu ex Host Petualang Liar Ulung Putri berkenan hadir di kegiatan ini untuk berbagi cerita bersama teman teman. Komunikasi terakhir di H -2 hari, Ulung ternyata mash belum bisa meninggalkan Jakarta karena terikat kontrak dadakan dengan salah satu PH untuk menyelesaikan proyeknya. Jadi last minute, acara ketemu salah satu host petualang ini dibatalkan…
Dan meski sudah kemalaman, tapi kegiatan akan tetap dilaksanakan.
pemutaran dokumentasi tayangan Program Jejak Petualang episode “Jeram Maut Serayu” memancing kehadiran peserta di pendopo. episode ini dibuat awal tahun 2008 lalu (kalau tak salah). saat itu ku masih terikat kontrak dengan  Trans7 untuk mendampingi tim JP dalam bidang Snake dan Animal handler selama trip. Tontonan ini cukup seru.. memberikan gambaran real jeram jeram diserayu yang akan kita tempuh keesokan harinya. Setelah film selesai, dilanjutkan dengan penjelasan teknis tentang arung jeram oleh Kang Tegal yang punya nama asli “Wawan Himawan” ini. Pemandu sungai berpengalaman ini menuturkan segala hal teknis terkait dengan olah raga Rafting. mulai dari perkenalan alat, cara mendayung, istilah istilah arus, hingga teknik rescue dan skenario perjalanan besok yang menurunkan banyak boat di jalur sepanjang 16 Km.

Pertanyaan pun bermunculan..
seru, unik, lucu tak lepas dari canda dan tawa menambah wawasan peserta trip kali ini. tak hanya bersenang senang, kami berharap ilmu praktis dan pengetahuan yang dalam tentang Arung jeram malam itu bisa memberikan bekal untuk semua peserta saat mengikuti kegiatan pengarungan di tempat dan waktu yang lain. Antusias peserta menggiring diskusi tak sadar hingga tengah malam.. dan setelah di lepasa beberapa doorprice dari CARTENZ dan EIGER, diskusi topik ini di tutup.

Diskusi kedua di sampaikan oleh Kang Ori, sang Elang Paripuarna yang tokoh senior para pendaki di Indonesia. Beliau menyampaikan tentang Manajemen Perjalanan. betapa banyaknya penambahan jumlah penikmat kegiatan alam bebas dalam 2 tahun terakhir ini tak lepas diamati oleh Kang Ori. sangat  luar biasa, menyenangkan dan berdampak positif bagi pelestarian alam namun juga mengkuatirkan. Karena tak semua pegiat alam bebas ini pernah tau bagaimana mempersiapkan sebuah perjalanan dengan benar, mulai dari pemilihan pakaian, alat hingga meninggalkan jejak dan informasi kepada teman temannya. meski tanpa ada sesi diskusi, namun malam itu para peserta diharapkan semakin sadar akan pentingnya mempersiapkan semuanya sebelum berkegiatan di alam terbuka. waktu diskusi dibuka kapan pun dengan Kang Ori yang senang berbagi ilmu dan pengalamannya menyusuriu hampir semua gunung di Indonesia ini. Thx to Kang Ori dan Kang Wawan.. :)

01.00 WIB, 24 Januari 2010
kegiatan ditutup. peserta istirahat dengan nyenyak di tenda ..
cuaca mendung tak berbintang tapi juga baik hati tidak menumpahkan hujannya nyaris hingga kegiatan ini remsi ditutup di siang hari. Panitia masih briefing terakhir hingga pukul 02.00 WIB


05.00 WIB..
rutinitas Shubuh dan bersih diri dipagi hari. Tim konsumsi buru buru menyiapkan sarapan untuk semua peserta dan panitia agar dapat segera di nikmati para rafter pagi itu. tempe lombok ijo dan ayam goreng jadi menu yang langusng habis di santap para peserta yang ingin menyimpan tenaga sebelum pengarungan.




Perahu perahu mulai turun ke pinggir sungai daritruk pengangkutnya.
20 rubber boat dan 120 set dayung, life jacket serta helm mewarnai sudut camping ground agar bisa dikenakan peserta. Sleyer warna kuning pun dibagi untuk souvenir yang menjadi ciri khas semua kegiatan LareAngon Indonesia.

Briefing keberangkatan dan penjelasn teknis perjalanan oleh Kang “Tegal”  dimulai pukul 07.15 WIB. briefing, satu kegiatan spontanitas muncul dari Peserta. Dwi Arie, sesuai permintaannya minta diberi waktu untuk menyampaikan sesuatu kepada peserta. Megaphone pun ku berikan, dan berceritalah dia.. ini adalah peringatan ulang tahun pernikahannya yang ke 4 dengan Christina Susanti, sang istri tercinta yang juga ikut sebagai peserta. sepasang suami istri ini maju ke depan dan dengan lugasnya sang suami menyampaikan rasa sayang dan ucapan ulang tahun kepada istri. Seuntai kalung dan sekecup cium untuk sang istri diberikan didepan semua peserta yang bertepuk tangan dan berteriak so sweeet… :)
” mana suamiku, catat tuh.. ” teriak salah satu peserta lain yang juga ikut trip ini sekeluarga dengan si kecilnya.. :) . Alhamdulillah.. nambah satu lagi moment romantis yang mewarnai kegiatan kemarin.. semoga menambah kesan mendalam buat kita semua.. amin.

dan Briefing dimulai.. Kang tegal denagn padat, jelas, singkat menyampaikan teknis pengarungan kembali. pemanasan dan peregangan dilanjutkan untuk membantu peserta agak tak ada yang cidera saat memasuki kawasan sungai serayu. Arus pagi itu normal. cuaca cerah, panas dan tak berawan. saat yang luar biasa tepat untuk melakukan rafting.



Sedikit berita buruk, tim Jejak Petualang yang rencana awalnya akan ikut mengarungi sungai serayu di hari ini bersama rombongan kita ternyata mengalihkan rute pengambilan episode mereka ke daerah Jawa Timur. Sehingga setelah di hitung waktu, mereka membatalkan keikutsertaannya di event ini.. yah.. memang kalau kejar tayang harus berkompromi dengan waktu. semoga next event bisa bergabung lagi.

Pukul 08.00 tepat, semua peserta memasuki perahu yang ditambatkan di pinggir sungai. langsung di bawah camping ground yang memang berada di tepi sungai serayu nan elok. satu perahu berisi 5 – 6 peserta, dibebaskan memilih timnya agar perjalanan lebih nyaman dan menyenangkan. setiap perahu terdapat 1 pemandu sungai (skipper) yang berpengalaman mengarungi sungai ini puluhan bahkan mungkin ratusan kali karena telah menjadi salah satu mata pencaharian mereka. Untuk mengelola rafting ini, LareAngon Indonesia berkolaborasi dengan KALINGkalih Adventure dari Magelng yang menurunkan 18 perahu berisi peserta ditambah 2 perahu rescue dari Serayu Rafting dan Kaling Kalih Adventure. Panitia yang hampir semua adalah para petualang dan mantan peserta Jambore Petualang Indonesia ini pun bercampur dengan peserta di perahu yang beragam. dan satu persatu peserta berangkat disambut  Jeram “Selamat Datang”  :)


Tim Dokumentasi segera berlari menuju ke titik pengambilan gambar yang telah di survey sebelumnya. Dika naek ojek sendiri, Jambul juga naek ojek berbekal sebuah HT untuk memantau pergerakan peserta. Ku membawa mobil juga mencari moment bersama reyna dan papanya yang ditinggal mamanya rafting Pagi itu :) .





Mas Yudi juga ikut mobil peserta yang kebetulan datang memantau serta Kang Nick hanno sang fotografer yang naek ojek juga mencari lokasi yang tepat untuk mengambil adegan seru pengarungan ini. Tak kurang ada 6 kamera DSLR turun mengambil gambar yang tak kunjung habis dan heboh karena aksi para p
Peserta dan tim skippernya… kereeen.. :D

Selain menikmati hantaman air yang coklat dan ombak yang menggulung, tak henti hentinya para peserta “gojekan” bercanda dengan para skippernya. pertanyaan2 kritis dan bahkan bikin bingung para pemandu sungai ini dilancarkan tanpa henti oleh peserta menambah akrab suasana di tengah sungai serayu yang indah itu. “mas gak bosen kan kita tanya tanya terus” kata seorang peserta



Satu jam perjalanan, rest area tertempuh.
satu hamparan bebatuan dan tanah tak luas penuh olah 20 boat yang “parkir” dan sekitar 115 orang peserta plus 25 pemandu sungai menikmati hangatnya wedang jahe, teh manis dan tempe mendoan serta pisang goreng serta indahnya sebuah persahabatan yang mulus terjalin. basahnya badan dan serunya cerita pengarungan mewarnai aksi potret memotret di rest area ini.

Setelah mengambil gambar dengan spanduk kegiatan dan Sponsor, pelepasn benih ikan pun di lakukan. Ikan Nila, Mujair, Ikan Mas dengan jumlah  lebih dari 1000 ekor ini dilepas peserta dengan sangat antusias. Ada yang memegang di tangan, ada yang dengan gelas aqua, dimasukkan dalam kain dan ada juga yang menggunakan perahu menuju ke tengah sungai melepaskan semua ikan yang disiapkan. Permintaan foto satu persatu saat pelepasan pun mewarnai kehebohn kita siang itu…

Walah.. untung yang pegang kamera banyak..  tapi seneng kok.. melihat wajah wajah gembira dan happy banget dai peserta yang melepas ikan ikannya ke tengah sungai yang bergolak damai.

Semoga ikan ini dapat membesar dan ber anak pinak untuk memenuhi sungai dan dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar dengan ramah dan arif. amin.. :)





setelah 45 menit beristirahat, peserta pun naek perahu kembali..
pengarungan di mulai lagi dengan jeram yang tak kalah serunya dibanding yang telah di lewati. para fotografer pun berlari larian menerobos semak pohon, perkebunan salak dan menaikin jembatan untuk mengejar moment jangan sampai keduluan peserta…


Satu persatu boat keliahatan dari kejauhan memasuki jeram yang lebar dan sungai yang tenang di itik mendekati garis finish. di sini, para skipper mengajak untuk bermain main. ada yang memionta peserta berdiri diatas perahu, berpegangan dan memutar mutar nya seperti rodeo, ada yang membalik perahu ke samping, menggoyang goyang perahu, membalik perahu ke belakang.. bener bener sessi water games yang sangat menarik di suguhkan untuk memuaskan peserta. teriakan heboh kesenangan dan aksi gaya saat  melihat ada kamera di kanan kiri dan bahkan diatas sedang membidik ke arah mereka mewarnai kawasan ini. Seru… stau moment yang mungkin akan sulit sekali di ulang lagi di event event mendatang..  thx to para skipper dan KALINGKalih adventure yang telah “memainkan” peserta siang kemarin.. hehehe…


Titik finish tampak di sudut kanan..
menjelang terakhir, jeram kecil melepas kepergian teman teman peserta seolah berkata ” datang lagi  ya besok”… :) teriakan peserta mulai terdengar.,.. “waaaah,, kok udah selesai..” “kurang kurang..” “mau lagi.. ” dan bahkan ada yang nyesel.. “tau gitu ku gak dayung aja deh tadi.. kan jadi lama rafting nya.. ” hehehe.. iya.. saking enjoynya .. saking nikmatnya dengan suguhan indahnya jeram sungai serayu tak sadar titik finish udah dicapai. waktu tempuh yang  seharusnya 3 jam hanya di tempuh peserta dengan waktu 2 jam saja.. semua senang, bahagia karena jeram serayu yang luar biasa.. “some day.. ku pasti kan  kembali lagi..” kata mereka.. :D

naek ke atas, telah disiapkan minum anget dan menunggu 6 mobil angkutan kecil menuju kembali ke titik start. sebelum naek mobil “FOTO KELUARGA” digelar. tanpa sadar menyita separo jalan akses penting di tepi sungai. Ku langsung naek atap mobil yang  parkir tak jauh drai peserta kumpul. ambil gambar dari atas ke wajah wajah dengan ekpresi bahagia siang itu.. rasa haru dan seneng bisa bikin seneng hati temen temen.. :) .


kembali ke basecamp hanya butuh waktu 15 menit.
mandi, makan siang dan packing kembali di lakukan menjelang siang.
penutupan acara dilakukan di tengah resto dengan sebelumnya di warnai pembagian doorprice oleh pipink dan anggi, putri. doorprice kegiatan ini di support penuh oleh Cartenz Adventure dan EIGER adventure. semoga bisa menambah kesan bagi teman teman peserta semua. Di akhir acara, kita membuat lingkaran keluarga. berucap syukur dan meminta masukan, kritik saran dari peserta dilakukan untuk perbaikan event LareAngon berikutnya…

pukul 14.00 WIb perjalanan ke jakarta dimulai kembali..
tim jogja kembali pulang mengunakan satu kendaraan khusus ke jogja bebarengan dengan perjalanan peserta jakarta menuju arah banjarnegara. Rombongan Jakarta sempat mampir di Sokaraja, Purwokerto untuk belanja oleh oleh, semua memborong stock makanan kecil yang ada disana. Setelah makan malam di kawasan BumiAyu, perjalanan dilanjutkan. Rombongan tiba di seberang BEJ Jakarta pukul 04.00 dini hari..  disinilah kami berpisah untuk tetap berjanji menjaga dan menjalin silaturahmi.


Kegiatan

ini terselenggara berkat partisipasi para peserta yang luar biasa, aktif

dan kompak menjalin suasana positif selama kegiatan. Banjarmasin,

Sangata, Balikpapan, Palangkaraya, Indramayu, Jakarta, Bandung, Bogor,

Bekasi, Tangerang, Malang, Surabaya, Wonosobo, Jogja berkumpul di

kegiatan ini tuk mencintai alam raya..
.


2 Comments on "Dieng dan Serayu"

  1. Aa Wahyu says:

    kang arie ikut ya waktu itu…(yang mana y kang..??)hehe..salam kenal :)

  2. Arie Prawira says:

    wow dapet tas pinggangnya eiger, siip dong acaranya

Got something to say? Go for it!