Gunung Slamet 5-6 Juni 2010

me@slamet summit

Gunung Slamet 3432 mdpl (3368 mdpl diukur dengan GPS Aa di puncak via Batu Raden) merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa setelah gunung Semeru 3677 mdpl. Awalnya memang tidak ada niat mendaki, namun ketika diajak si Agus Aa oke-oke aj.

Pulang kerja Aa langsung menuju ke stasiun karena titik berkumpulnya disana. Berangkat dari stasiun Senen dengan kereta Progo jam 9 malam, bersama teman-teman yang baru saja kenal di stasiun, Bang Leo, Budi, Herry dan Agus (dia ini seorang wanita). Rencana awalnya kita memang mau mendaki lewat jalur Bambangan, namun menurut informasi jalur tersebut ditutup, diputuskanlah kita lewat Batu Raden dan ini akan menjadi pengalaman pertama mendaki lewat jalur ini. Sesampainya di stasiun Purwokerto jam 4 pagi yang langsung dijemput oleh Irsyad salah satu kru Radenpala dengan angkot. Sekitar kurang lebih 1 jam kita tiba di base camp Raden Pala yang terletak di kawasan wisata Batu Raden, nasi uduk dan STMJ pun jadi sarapan sekaligus menu pembuka menjelang pendakian, ngariung sambil bincang-bincang santai benar-benar menambah kehangatan pagi itu. Jam 8 pagi kita mulai pendakian, kurang lebih 30 menit kita sampai di pos 1 biasa disebut Sangiang Pacet, menurut Irsyad dinamakan Sangiang Pacet karena begitu banyaknya Pacet.Minimnya tanda-tanda/rambu serta jalur yang samar membuat kita makin waspada, hanya berpatokan pada string line (pita berwarna merah dan biru), jam 1 siang sampai di pos 2, di tengah perjalanan menuju pos 2 kita dikejutkan dengan suara Harimau, suara tersebut sangat terdengar kencang hingga membuat kita semua kaget dan berhenti untuk beberapa saat, seketika itu juga hujan pun turun dan kita mulai mengeluarkan raincoat. Selama di perjalanan pos 3 tidak terlihat, terus kita lanjutkan hingga jam 5 kita sampai di pos 4 bayangan, dengan diskusi singkat akhirnya kita putuskan bermalam disini dan esok hari dilanjutkan tanpa membawa tenda dan carrier, hanya snack, air dan botol kosong untuk kita isi diperjalanan. kondisi kita memang tidak memungkinkan untuk dilanjutkan, kurangnya tidur saat keberangkatan dari Jakarta-Purwokerto membuat kita tidak memaksakan. 2 tenda sudah berdiri dan makanan pun sudah siap di hajar. Seperti biasa Aa ga bakal ketinggalan kopi, wah nikmatnya kopi sulit untuk di ceritakan :D hingga ga terasa 2 mug besar habis. jam 7 malam temen-temen sudah pada tidur, suara dengkuran teman-teman yang besar memecah heningnya malam terlihat begitu lelahnya kami, tinggal Aa dan Agus aja yang masih tersadar, jam 10 malam baru Aa tidur. Jam 5 pagi semuanya bangun, snack, susu dan kopi hangat sebagai menu sarapan kita dan kita pun mulai siap-siap melanjutkan perjalanan. Jam 6 kita mulai berangkat dari camp, langkah demi langkah telusuri hutan rimbun ada beberapa daerah yang jalurnya tidak terlihat mungkin karena jarangnya pendaki yang melewati jalur ini. Sekitar jam 10 kita sampai di pos 5, shelter ini lebih besar dari pada shelter-shelter lainnya, Aa mengambil air di bak penampungan yang di buat dari plastik lumayan lah dapat 3 liter lebih, jika beruntung disini ada 2 tempat penampungan air dan bisa di gunakan untuk perbekalan. Setelah selesai isi botol kosong, botol-botol tersebut tidak kita bawa ke puncak namun kita simpan di tempat aman yang nantinya akan kita bawa ke camp. Perjalanan dilanjutkan, pohon-pohon sudah terlihat pendek dan pohon edelweis juga sudah terlihat yang menandakan batas vegetasi hampir dekat. Kira-kira jam 11 kita sampai di akhir dari vegetasi disambut dengan hamparan bebatuan dan pasir. 10 menit kita istirahat dan yang ga lupa sih foto-foto narsis:D.

Perjalanan menuju puncak pun segera kita lakukan karena mengingat waktu yang sudah hampir siang, bebatuan yang sukar untuk dilalui kita sangat berhati-hati karena bebatuan yang mudah untuk jatuh. Agar kita tidak kesasar saat turunnya nanti, kita buat tanda dengan menumpukan batu-batu sepanjang jalur puncak. Memang terlihat sangat jauh ketika mamandang puncaknya, langkah demi langkah hingga sesekali Aa  merangkak karena semakin sulit dan terjal, pasir yang licin di tambah kabut yang semakin menutup pekat perjalanan. tepat jam 12 siang kita sampai di puncak. Lantunan takbir dan tahmid pun sontak terucap, g lupa sujud syukur Aa lakuin sebagai tanda syukur Aa terhadap penciptaan Allah -subhanahu wa ta’ala- yang Maha Sempurna, sekaligus telah diberikannya kekuatan serta kesehatan untuk bisa sampai di puncak. Kawah nan indah, walaupun begitu sampai di puncak terhalang kabut yang tebal kita semua sangat senang. Setelah beberapa saat kabut itu hilang. Ga lupa lagi foto-foto narsis dan menikmati makanan…kurang lebih 1 jam kita di puncak. dan kita melanjutkan turun untuk kembali ke camp.

Perjalanan turun dari puncak memang agak sedikit membingungkan ditambah lagi hujan yang terus menerus menemani selama perjalanan menuju camp, tapi karena kita sudah memberi tanda berupa tumpukan bebatuan dan dipandu juga dengan GPS Aa, kita tidak tersasar. Sekitar jam 4 kita sampai di camp dan mulai memasak dan bersiap packing kembali untuk turun gunung.

Start turun gunung jam 5 sore dari camp, hujan pun kembali menemani selama 3 jam perjalanan membuat jalur makin licin. Sekitar jam 10 malam kita sampai di pos 2 yang di jemput oleh temen-temen Radenpala yang sedikit khawatir, karena takut kita lewat jalur yang memutar yang bisa memakan waktu lebih lama, kira-kira 10 jam…wah lama amat yaxx…:D.

Jalur Batu Raden mempunyai 5 pos, karakteristik jalur ini tanjakan-tanjakan tidak terlalu terjal dan banyaknya jalan landai dan di taburi dengan beberapa jenis Pacet yang di temui selama perjalanan dari pintu masuk hutan hingga pos 4

4 Comments on "Gunung Slamet 5-6 Juni 2010"

  1. Dheva says:

    Bos, masih simpan data/track log GPS waktu ke Slamet dari batu raden gak ? Kebetulan ane mo kesana natal ini. Mohon infonya gan..btw, klo bisa kasih nomor hp, saya mo tanya” sedikit mengenai slamet. Terima kasih banyak.
    Dheva

  2. agustina says:

    kok foto gwnya gaada mas…hiks…hiks…hiks….

  3. Aa Wahyu says:

    wkwkwk…cobalah..gunung lebih indah dibanding pantai..toilet banyak bgt..dimana aj bisa..asal ga sembarangan

  4. d3vy says:

    wew… lama banget ngga nge-gunung lagi, terakhir tuh pas kuliah hehehe udah berapa tahun ya?!
    sekarang lebih suka pantai dibanding gunung, soalnya saya agak ribet dengan “urusan toilet”, klo di pantai kan gampang, tinggal nyemplung doangan (doh) :D

Got something to say? Go for it!